Apakah Bitcoin Haram? Simak Jawabanya Disini!

Dua Sisi Bitcoin: Super Cuan Tapi Dicap Haram

Sudah banyak kisah yang menyebutkan kesuksesan orang-orang yang berinvestasi bitcoin. Salah satu instrumen investasi berupa cryptocurrency ini juga semakin populer di Indonesia yang notabene menjadi negara dengan penduduk islam terbesar di dunia. Wajar saja jika timbul pertanyaan apakah bitcoin haram?

Bitcoin selain digunakan sebagai alat tukar yang semakin meluas, juga dimanfaatkan sebagai instrumen investasi. Keduanya adalah dua hal dengan tujuan yang berbeda, namun dengan satu objek yang sama.

Nah, bagaimana sebenarnya pembahasan mengenai hukum dari penggunaan bitcoin itu sendiri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri?

  1. Indonesia Masih Belum Memutuskan Hukum Bitcoin

Banyak ulama masih berbeda pendapat mengenai hukum dari bitcoin ini. Ada yang mengatakan mubah, haram, dan ada pula yang tidak ingin tergesa-gesa dalam memutuskannya. Perbedaan pendapat memang sangat wajar terjadi, karena hukup fiqih memang selalu berkembang.

Namun, sudah ada beberapa catatan yang diberikan oleh lembaga ulama di Indonesia. Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan catatan terkait bitcoin. Dikatakan bahwa mata uang kripto ini punya dua hukum, yaitu mubah dan haram.

Perbedaan hukum ini diberikan terhadap dua penggunaan yang berbeda. Sebagai alat tukar dan sebagai instrumen investasi. Sebagai alat tukar dikatakan bahwa hukumnya mubah, sedangkan untuk investasi hukumnya haram.

Memang hal ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Pihak MUI sendiri masih mengkajinya. Karena itu hingga saat ini masih belum ditentukan secara sah bagaimana hukumnya sebenarnya.

Dikatakan sampai saat ini belum ada fatwa khusus mengenai mata uang kripto. Para ulama masih akan terus mengkaji bagaimana penggunaannya di masa yang akan datang. Karena setiap hal itu bergantung dengan penggunaannya.

Dimana jika penggunaan mata uang kripto ini digunakan secara haram, maka produknya juga haram. Sebaliknya, jika digunakan untuk hal yang halal maka bisa ditetapkan sebagai sesuatu yang halal.

  1. Bitcoin Sudah Dihalalkan di Beberapa Negara

Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di beberapa negara di dunia ini, sudah ada yang memutuskan bahwa mata uang kripto adalah sesuatu yang halal.

Hukum tersebut dapat dilihat dari negara Jerman yang telah menetapkan mata uang kripto sudah dilindungi hukum. Kondisi tersebut jika dilihat dari perspektif hukum islam maka sudah memenuhi syarat sah sebagai instrumen yang halal.

Di Indonesia, meski belum ada fatwa ulama terkait hal itu, produk kripto juga masuk dalam kategori berjangka. Dengan demikian, hal ini sama halnya dengan produk berjangka lainnya yang masih diperbolehkan.

  1. Kripto Menjadi Salah Satu Instrumen Investasi Terbaik

Program investasi sebagai bentuk investasi kripto semakin populer, dan kinerjanya hampir sama dengan deposito. Program investasi inilah yang mulai ramai dibicarakan dan inilah apa yang disebut apa itu DeFi (Decentralized Finance).

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan program investasi salah satunya adalah Coinomo. Dalam aplikasi ini siapapun bisa melakukan investasi layaknya deposito, namun dengan produk kripto.

Perbedaannya dibandingkan dengan deposito, hasil yang akan didapatkan dari investasi ini jauh lebih besar. Karena cara kerjanya aset akan disimpan dalam waktu tertentu, dan dimasukkan ke dalam sistem blockchain yang di seluruh dunia. Dalam rentang waktu tersebut, passive income dalam bentuk reward dan juga bunga bisa dikunci dalam aset.

Jika tertarik salah satu aplikasi yang aman dan sudah terbukti adalah Coinomo. Silahkan download Coinomo di Play Store atau App Store sekarang juga.

Itulah jawaban mengenai apakah bitcoin haram. Pada dasarnya kripto merupakan instrumen mata uang dan investasi yang bisa disejajarkan dengan produk berjangka maupun mata uang fisik. Jadi, tidak perlu khawatir dengan produk-produk kripto yang sangat menguntungkan ini.